in

Dogma-dogma utama Kristen

crown-of-thorns-2641239_1280
Foto oleh Andrea Don dari Pixabay

DOGMA: Allah itu esa dan Tritunggal
Dogma ini ditetapkan dalam Konsili Konstantinopel pada tahun 381. Allah itu esa dalam tiga Pribadi: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Pribadi-pribadi ilahi berbeda satu sama lain, tetapi perbedaan mereka tidak membagi kesatuan Allah.

DOGMA: Yesus Kristus adalah Putra Tunggal Allah, diperanakkan tetapi tidak diciptakan, sehakikat dengan Bapa, kekal dan tidak berubah
Dogma ini dinyatakan dalam Konsili Nicea I (325): Yesus Kristus adalah Putra Allah, telah diperanakkan sebelum segala abad, tetapi bukanlah ciptaan Allah, dan sehakikat dengan Bapa.

DOGMA: Maria adalah Bunda Allah
Dogma ini dinyatakan oleh Konsili Efesus (431). Maria adalah Bunda Allah karena ia telah melahirkan menurut daging Sabda Allah yang menjadi manusia. Sesungguhnya, Dia yang dikandung oleh kuasa Roh Kudus dan yang dilahirkan darinya menurut daging adalah Putra Allah Bapa yang kekal. Dia sendiri adalah Allah.

DOGMA: Yesus Kristus adalah Allah yang benar dan manusia yang benar
Yesus Kristus, dalam kesatuan Pribadi ilahi-Nya, memiliki dua kodrat, kodrat manusia dan kodrat ilahi, yang bersatu tanpa tercampur dan tanpa terpisah, dan Ia sempurna dalam keilahian maupun sempurna dalam kemanusiaan (Konsili Efesus, 431, dan Konsili Kalsedon, 451).

DOGMA: Maria tetap perawan
Konsili Konstantinopel II, pada tahun 553, menegaskan keperawanan Maria yang tetap: sebelum, selama, dan sesudah kelahiran Yesus Kristus. Ketika Injil berbicara tentang “saudara-saudara laki-laki dan perempuan Yesus”, yang dimaksud adalah kerabat dekat-Nya.

DOGMA: Api Penyucian ada
Api Penyucian adalah keadaan mereka yang meninggal dalam rahmat Allah tetapi, meskipun mereka yakin akan keselamatan kekal mereka, masih memerlukan pemurnian. Ajaran tentang Api Penyucian ditegaskan secara resmi dalam Konsili Firenze (1439) dan Konsili Trente (1545-1563).

DOGMA: Transubstansiasi
Transubstansiasi adalah perubahan substansi roti dan anggur menjadi substansi Tubuh dan Darah Kristus, pada saat konsekrasi. Ajaran tentang transubstansiasi ditegaskan secara resmi oleh Konsili Lateran IV pada tahun 1215 dan selanjutnya dirumuskan oleh Konsili Trente, dalam konteks Reformasi Protestan.

DOGMA: Dikandung Tanpa Noda
Dinyatakan oleh Paus Pius IX pada tanggal 8 Desember 1854, dogma ini menetapkan bahwa Perawan Maria sejak saat pertama perkandungannya telah dipelihara dari dosa asal.

DOGMA: Infalibilitas Paus
Dogma ini terdapat dalam konstitusi Pastor aeternus, yang disetujui oleh Konsili Vatikan I pada tanggal 18 Juli 1870. Dogma ini menyatakan bahwa Paus tidak dapat sesat ketika berbicara ex cathedra, yaitu ketika ia menjalankan “tugas tertingginya sebagai Gembala dan Guru semua orang Kristen” dan, dalam kedudukannya itu, “mendefinisikan suatu ajaran mengenai iman dan moral”. Definisi-definisi tersebut mengikat seluruh Gereja.

DOGMA: Maria Diangkat ke Surga
Ini adalah dogma terakhir yang dinyatakan oleh Gereja Katolik, oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950. Dogma ini menyatakan bahwa Perawan Maria, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, “diangkat” ke surga dengan jiwa dan raganya, dalam kemuliaan surgawi.

Paolo Botti

© Tutti i diritti riservati. Riproduzione consentita solo chiedendo permesso a info@amicidilazzaro.it
(non verrà concesso a siti con pubblicità/ads o per usi commerciali)

© All rights reserved. Reproduction allowed only with permission from info@amicidilazzaro.it
(it will not be granted to sites with advertising/ads or for commercial uses)

VIVARINI, Alvise_San Juan Bautista, c.1475_ 426 (1930.123)

Santo Yohanes Pembaptis, Pendahulu Kristus

pexels-patricia-mccarty-1769691-scaled

Apakah Tuhan bisa dilihat?